Optimalkan Limbah Pertanian, KKN UNRI 2026 Latih Warga Petodaan Buat Briket Sekam dan Pupuk Kompos
Petodaan, seputarriau.co – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Universitas Riau Tahun 2026 menggelar kegiatan sosialisasi pembuatan briket dan pupuk kompos bersama Kelompok Tani Lintas Bono di Desa Petodaan, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, 20 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat dalam mengoptimalkan pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang bernilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan.
Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan limbah organik menjadi sumber energi alternatif berupa briket serta pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, inovasi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah terhadap limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan manfaat briket sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan sekaligus memperagakan tahapan pembuatannya menggunakan sampel yang telah dipersiapkan sebelumnya. Briket dibuat dari sekam padi yang diperoleh dari hasil penggilingan padi milik Kelompok Tani Lintas Bono. Sekam padi terlebih dahulu dibakar hingga menjadi arang, kemudian dihaluskan dan dicampur dengan larutan tepung tapioka yang telah dilarutkan menggunakan air panas sebagai bahan perekat. Setelah adonan tercampur merata, bahan dicetak menggunakan alat pencetak briket dan selanjutnya dikeringkan hingga siap digunakan.
Selain pelatihan pembuatan briket, peserta juga memperoleh materi mengenai pembuatan pupuk kompos dari limbah organik kering. Bahan-bahan organik tersebut dicampurkan dengan aktivator EM4 Pertanian serta larutan hasil fermentasi air beras dan gula merah. Seluruh bahan kemudian diaduk hingga merata, dimasukkan ke dalam wadah tertutup, dan disimpan di tempat yang teduh selama kurang lebih satu bulan hingga proses pengomposan selesai dan pupuk siap diaplikasikan pada lahan pertanian.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi yang melibatkan seluruh peserta. Salah seorang anggota Kelompok Tani Lintas Bono menyampaikan bahwa selama ini sekam padi umumnya hanya ditebarkan langsung pada media tanam sehingga sering ditumbuhi jamur. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa KKN, Hamdani, menjelaskan bahwa sekam padi akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila diolah menjadi pupuk kompos. Menurutnya, pengolahan tersebut tidak hanya mampu mengurangi risiko pertumbuhan jamur, tetapi juga menghasilkan pupuk organik yang dapat dimanfaatkan kembali untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Anggota Kelompok Tani Lintas Bono aktif mengikuti setiap sesi, mengajukan berbagai pertanyaan, serta berdiskusi mengenai teknik pembuatan briket maupun kompos yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mengembangkan pemanfaatan limbah pertanian sebagai solusi yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Berdampak Universitas Riau berharap pengetahuan yang telah diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Petodaan. Pemanfaatan limbah pertanian menjadi briket dan pupuk kompos diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan, mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan, serta membuka peluang peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat melalui pengelolaan limbah yang lebih inovatif.




Tulis Komentar